Akhir-akhir ini aku memikirkanmu, diam-diam mampir di wall facebook mu dan selalu haru melihatmu berbeda dari yang ku kenal dulu. Kamu kini telah menjelma menjadi lelaki yang ku impikan, namun sayang aku bahkan tak bisa menggenggam tanganmu lagi.
Aku masih mengingat setiap jengkal bagaimana aku meremehkan mu. Masih ingat pula bagaimana pelukan hangatmu selalu tulus untuk ku. Tak sedikitpun aku meragukan cinta kasihmu yang selalu berselibat dengan keegoisanku.
Mungkin kita terlalu muda, atau aku terlalu rapuh saat itu untuk bisa menerima cinta yang tak sempurna. Aku terlalu dibutakan mimpi mengejar waktu yang telah tertinggal. Aku ingin selalu berlari tanpa peduli pada dirimu yang selalu setia menahanku untuk tak jatuh.
Lihat diriku yang sekarang, mimpi-mimpiku satu demi satu menjadi nyata. Seperti bintang yang bertaburan dan serentak turun menyapaku lewat jendela kamar. Kehidupanku sekarang di luar apa yang ku bayangkan. Selalu kubilang : aku tak percaya ini. Namun kamu selalu yakin pada diriku. Tak pernah meragukanku. Tanpa keyakinanmu, tanpa kepercayaanmu bahwa aku mampu, aku tak mungkin berdiri di sini, saat ini, sekarang !!
Dirimu telah jatuh cinta lagi, dan mungkin sekarang pun tengah jatuh cinta lagi. Bukan pada ku. Dan aku tersenyum bahagia melihat matamu berbinar meskipun sebagian hatiku diam-diam menciut.
Aku pun telah jatuh cinta lagi berulang-ulang, dan masih menyimpan hati yang sama untuk lelaki yang kamu benci. Aku seringkali lupa pada mu saat aku berbunga-bunga bersama yang lain.
Namun dalam sepiku, dalam kerinduanku pada kehangatan, kamu diam-diam muncul lagi. Dan aku tahu tak ada hati yang sehangat hatimu, tak ada tempat yang seluas hatimu, untuk ku.
Aku membayangkan kamu akan tertawa bangga membaca tulisanku ini. Mungkin pengakuan ini yang selalu kau tunggu-tunggu dariku. Kenyataan bahwa tak ada waktu yang semanis yang pernah kita miliki meskipun tak sedikit pula haru biru yang menyayat kedua hati kita.
Lucu membayangkan bagaimana hidup bertubi-tubi menghadiahiku dengan rindu dan sepi. Bagaimana hati yang terbiasa sendiri ini sesekali menjerit pula rindu pada kehangatan. Laki-laki datang dan pergi dalam hidupku, ada biru, hijau, kuning bahkan ada pula yang merah menyala seperti api.
Semoga kamu baik-baik saja. Aku meluangkan waktu untuk memikirkanmu dan menangis untukmu, hari ini. Adalah hak mu untuk tahu bahwa aku pernah mencintaimu dengan sungguh-sungguh dan dalam. Semoga tulisanku ini akan membayar hutang yang tak pernah kupenuhi selama ini.
It's gotta be love, sweet love (love sweet love)
Whenever your near me
Ooh you make me happy, baby
Love, sweet love (love... sweet love)
Whenever your near me
Ooh you make me happy, baby
dicari-cari..ternyata nyangkutnya disini
ReplyDelete