Saya mendengar tentang seorang gadis muda yang memiliki keterbatasan tidak dapat mendengar dengan baik. Komunikasi hanya bisa dengan membaca gerak bibir.
Namanya Anis, berumur 16 tahun dan baru saja lulus SLB. 3 kali saya bertandang ke rumah keluarganya di Dusun Saban, Sawangan, Magelang. dusun ini mati listrik selama dua minggu dan mata pencaharian warga dari bertani menjadi vakum akibat letusan merapi. satu-satunya mata pencaharian yang tersisa adalah dengan membuat anyaman keranjang buah yang harganya hanya Rp 1.500 per buah. itupun tidak terjual karena pembeli sekarang jadi pengungsi dan tidak ada buah-buahan yang dapat dipanen.
Anis sangat ingin kursus menjahit tapi keluarganya tidak dapat membiayai keinginan anis.Biaya kursus sebesar Rp. 600.000 selama 6 bulan dan biaya ujian sebesar Rp. 250.000
'untung saja merapi meletus, jadi kami bisa menahan keinginan anis dengan alasan merapi, sebelumnya dia mogok makan selama seminggu karena sangat ingin kursus menjahit' kata bude nya anis.
dua kali saya mengunjunginya dengan pertanyaan yang sama : 'kamu betul2 ingin kursus menjahit?' dan dua kali pula anis menjawab dengan pertanyaan yang sama : 'Ya.'
'Tempat kursus nya jauh lho dari sini, kamu berani pergi sendiri?' tanya saya lagi. dan anis menjawab : 'berani.'
jarang sekali saya melihat gadis muda yang betul-betul tahu apa yang ia inginkan. Bagi saya, anis adalah anak muda yang tak mau kalah oleh keterbatasan nya.
Saya ingin mengajak teman-teman untuk bersama-sama memberikan bantuan dan dukungan untuk anis.Saya ingin mengajukan fundraising untuk membiayai kursus menjahit bagi anis.
jika teman-teman ingin berkontribusi untuk masa depan anis, bisa menghubungi saya di 0856 2969 500
Anis from Saban.
i heard about young girl with dissability. she can not hear well. the only communication is by reading lips.
Her name is Anis, 16th years old and just graduated from SLB, school for people with dissabilities. 3 times i visited her family in Saban village, Sawangan, Magelang. the electricity off for two weeks in this village. The livelihoods of people in the village is from farming , they cannot harvest due to the eruption of merapi. the only remaining livelihoods is by making fruit basket that costs only Rp 1,500 per piece. that did not sell because buyers now become refugees and no fruits can be harvested.
Anis is eager to join sewing course but her family can not afford her to the course. it costs Rp. 600 000 for 6 months and Rp. 250,000 for the exam fee.
' i lied, i said to her that she already registered to the course. in fact we must save money first for her.Fortunately Merapi erupts, so we can resist the urge to take her to the course. she went on hunger strike for a week because she insist and really wanted the sewing course' said her aunt .
I visited her twice with the same question: 'Do you really want to do sewing courses? " and both times anis answered the same question: "Yes."
another time, i asked her : ' What do you really want?'
'Sewing course' no doubts she replied.
Her family worries about her condition, she must take a walk far away from home before taking the bus to the course.
'The course is far from here you know, are you dare to go alone? " I asked again. and anis replied: ' I can do it'
I rarely see a young girl who really knows what she wants. For me, Anis is a young girl, enthutiastic and optimistic about her future life.
I would like to invite all of you to get together to provide assistance and support to Anis. I encourage my self to start fundraising to cover the sewing course fee for Anis.
If you feel like to have contribution to this lovely and brave girl. do please contact me at inna.hudaya@gmail.com or 0856 2969 500
- Inna Hudaya

No comments:
Post a Comment