Aku ingin menulis berlembar dan bertumpuk tentangmu.
Tapi sekepal hati yang penuh dan hangat tak tahu ingin menulis apalagi
Aku tahu, bagimu kerinduan ini sudah cukup.
Sama cukupnya bagiku ketika namaku satu kali saja di sebut dalam do’amu.
Jika aku segera dihadiahi kematian, hanya satu keinginan yang membuatku ingin mundur dari menghadapinya : aku masih ingin bertemu denganmu, sekali saja.
Jika aku masih diberi kehidupan yang panjang, hanya satu mimpiku yang akan terus kuperjuangkan : aku akan menemui dirimu, segera.
Mungkin cukup bagimu merasa aku ada dalam doa dan jiwamu. Tapi ada kerinduan dimana aku ingin menyentuh kulitmu, dimana aku memegang tanganmu dan merasakan bahwa kau nyata bagiku.
Sayang, aku perempuan keras kepala. Jangan bermain-main denganku. Kalau kau takut untuk bermimpi. Aku takkan kalah gentar. Kalau kau ragu, aku takkan mundur. Aku akan segera datang. Tunggu aku.
No comments:
Post a Comment