aku bisa merasakan degup jantungku bergerak lebih cepat. Nafasku semakin pendek dan terengah-engah. Aliran darah mengalir begitu deras, setiap lembar kulitku rasanya menebal dan siap menerima hentakan yang begitu cepat. Kelopak mataku terasa berat, memaksa menutup dan tenggelam dalam kegelapan yang indah, lalu terbuka kembali dan menikmati warna-warni terang.
Sesekali warna terang mengkilat menghentikan dentuman keras di kepalaku, dan urat-urat vaginaku mulai menegang, sedikit basah dan mengembang terbuka. Namun kakiku tertutup rapat, bahkan menyilang seperti menjaga pintu yang tak boleh dilalui sembarangan. Sekuat apapun kakiku menyilang, namun aku bisa merasakan vaginaku memberontak, mengalir semakin basah, mengembang, terbuka seperti kelopak bunga yang indah. Siap menyambut keindahan semesta yang telah menggelitik urat-urat syarafnya terbuka.
Nafasku semakin pendek, semakin pendek…semakin pendek..semakin pendek..
Aku hilang dalam gerakan yang memutar, terbuai dalam degup jantung yang bermesra dengan seluruh tubuhku..
Indah..lepas..
***
Aku menikmati orgasme dalam fikiranku, padahal ada seorang lelaki setengah telanjang di dalam kamarku, lelaki yang hanya memakai celana dalam mondar-mandir di depanku.
Aku sangat ingin ada penis masuk ke dalam vaginaku. Aku sangat ingin ada penis yang membuat urat-urat vaginaku melunjak kegirangan.
Tapi selama aku bisa bermain ‘aman’ dengan fikiranku dan tidak mengambil resiko yang tidak siap kuhadapi, kenapa aku harus mengumbar nafsuku sembarangan?
No comments:
Post a Comment