Namaku Inna. Kebanyakan orang bilang aku adalah orang yang kuat. Orang-orang datang padaku untuk berbagi kepedihan mereka. Sebagian memujiku dan ingin menjadi sepertiku.
Mau tahu pendapatku tentang itu?
BULLSHIT !
Siapa bilang aku kuat? I’m not.
Kebanyakan orang dengan begitu mudahnya meneriakan masalah mereka, mengumbar air mata mereka, dan tak pernah habis mengeluh tentang hidup.
Hey, sadarkah kalian drama apa yang kalian tunjukkan?
Aku di sini menampung semua kepedihan itu, harus menjaga kepercayaan dan memastikan semua yang mengalami kepahitan akan bangun dari tidur panjang mereka dan mulai bersuka cita dengan hidupnya.
Semua orang membicarakan masalah mereka. Dan ketika aku benar-benar ingin membicarakan masalahku, aku tidak tahu harus bicara pada siapa karena semua orang sibuk dengan masalah mereka dan ingin di dengarkan. Ini terus terjadi padaku hingga aku lupa bagaimana rasanya membagi masalahku dengan orang lain. Hingga aku berjuang keras untuk menenangkan orang lain dan lupa rasanya diberi ketenangan oleh orang lain. Hingga aku merasa bahwa aku tak bisa bergantung pada orang lain dan harus menjadikan segala sesuatunya cukup bagi diriku sendiri.
Kalian yang memiliki paras yang cantik, otak yang pintar, uang yang cukup, keluarga yang baik, masih saja terus mengeluh tentang satu hal yang kurang sempurna dalam hidup kalian.
Aku ini tidak sanggup membayar dokter ketika aku sakit. Aku mungkin tak bisa makan jika ibuku tak mengirimi beras, mungkin tak punya lauk jika teman-temanku tak datang membawa telur dan indomi.
Aku tidak di bayar untuk pekerjaanku, aku sesekali harus menjual botol bir untuk bertahan hidup.
Diam-diam aku menangis dan membenci diriku sendiri setiap kali mendengarkan pujian yang diberikan padaku. Aku memperjuangkan sesuatu dalam pekerjaanku, tapi aku tak memiliki pride ketika aku masih hidup dalam belas kasihan orang lain.
Lelaki itu benar, aku berjuang untuk sesuatu yang besar namun aku tak bisa memberi makan diriku sendiri. Aku bahkan tak bisa membeli celana jeans murahan.
Lalu mengapa kalian masih saja buta melihat berkah yang telah diberikan ke dalam kehidupan kalian? Masih saja sibuk mengeluh tentang ketidaksempurnaan dan lupa bersyukur?
Aku ini tidak kuat say, aku hanya berusaha mensyukuri apa yang telah diberikan tuhan padaku. Fokus pada berkah yang telah diberikan tuhan padaku dan berjuang untuk tetap bisa berkarya.
Seandainya kalian tahu betapa beratnya beban dianggap sebagai orang yang kuat. Bahkan orang pun sulit percaya untuk melihat kelemahannya, atau menolak ketika melihatnya lemah.
Namaku Inna.
Aku manusia biasa seperti kalian. Yang membuat perbedaan adalah karena aku lebih bersahabat dan menerima ketakutanku, kekuranganku dan kelemahanku. Aku tidak melihat semua itu sebagai momok yang menakutkan. Semua itu yang justru akan memberiku lebih banyak hikmah untuk melihat hidup dengan cara yang khidmat dan berbeda.
No comments:
Post a Comment