Tuesday, November 24, 2009

Hai,Ma!

Apa kabar ma,
Sudah hampir dua bulan telingaku ini tidak disumpel kecerewetanmu
Selama itu pula aku tidak mendengar nasihat-nasihatmu yang membosankan itu

Kangen aku ma,
Pada manipulasi kata “..aku sebentar lagi mati” untuk merayuku agar segera menikah
Pada kemanjaanmu yang selalu saja tiba-tiba sakit setiap kali aku pulang ke rumah hanya untuk mencari perhatianku
Pada kisah-kisahmu tentang nabi dan tuhan yang aku saja kadang merasa seakan kamu lebih mengenal mereka daripada aku anakmu sendiri

Hallo ma,
Aku di sini tidak baik-baik saja, aku hanya mencoba baik-baik saja sebisaku
Sebenarnya aku ketakutan ma, juga risau dan gelisah..
Masih ingat kisahku tentang apa yang mereka lakukan padaku? Orang-orang kampung yang terus menggangguku

Ma,
Aku merasa mereka telah mengambil sesuatu dari diriku, sesuatu yang begitu dalam di diriku.
Rasa aman dan dikasihi.
Aku merasa ketakutan di rumahku sendiri, ma
Ketika berulang kali mereka mengancamku, mendatangi tengah malam dalam keadaan mabuk, mengkonfrontasiku, apapun itu…aku masih bisa berdiri tegak ma, masih bisa memaafkan ma..
Namun ketika ke-4 kucingku direnggut dari pangkuanku, dibiarkan mati terkapar dalam kesakitan dan dingin
Rasanya bumi serasa runtuh ma,
Mereka sudah kuanggap seperti anak-anakku, kubiarkan mereka mengambil sebagian hati dan jiwaku agar mereka tumbuh dipenuhi cinta dan kasih
Merekapun membuka hati mereka agar aku masuk ke dalam jiwa mereka. Mereka mengajarkanku menjadi manusia yang lebih baik, menjadi ibu dari mereka, untuk melembutkan hatiku dan menerangi kesepianku

Ma,
Berulang kali kubilang padamu, aku adalah seorang ibu
Mereka adalah cucu-cucumu..
Walau kau menertawakan dan mencibirku,
Namun aku tahu bahwa kau juga hanyut dalam naluri keibuanku, kau juga bangga melihat aku bertumbuh sebagai seorang ibu bagi kucing-kucingku
Kau juga tenang bahwa ketika aku jauh darimu, ada bayi-bayi kucing yang mewarnai hidupku dengan kasih dan kehangatan,
Bukan begitu ma, bukankah kau juga mengasihi mereka?

Ma,
Aku tahu bahwa tak ada kasih yang abadi seperti kasih seorang ibu
Tak ada luka yang lebih pedih daripada luka seorang ibu yang dipisahkan dari anak-anaknya
Seandainya surga itu memang ada, itu pasti sehangat pelukanmu ma,

Ma,
Aku tak habis fikir, apa yang mereka benci dariku?
Aku tak merasa melawan mereka, namun mengapa mereka begitu gigih menolakku?
Aku ingin pulang ke pelukanmu ma,
Aku butuh mendengar detak jantungmu dan berlindung di sana

Ma,
aku tidak baik-baik saja
Tapi aku akan berusaha baik-baik seperti dirimu yang tangguh dan bercahaya

1 comment:

  1. andai bisa kucurahkan seperti itu ke ibuku...

    ReplyDelete