Seperti perkiraan, angka KTD biasanya naik beberapa bulan setelah libur panjang dan musim hujan. Break-up sex dan cuaca dingin sepertinya menjadi salah satu pemicu terjadinya KTD. Beberapa bulan setelahnya biasanya angka email yang masuk akan meningkat.
Gemes, jengkel, khawatir..
Itu rasanya setiap kali menerima email-email konseling untuk KTD. Kebanyakan dari mereka yang mengirim email ke Samsara, biasanya sudah mempertimbangkan aborsi sebagai pilihan mereka mengatasi KTD. Kadangkala rasanya geram juga, kebanyakan orang menghubungi kami seakan-akan kami adalah pusat informasi penyedia aborsi. Orang bisa seenaknya meminta kami menghubungi mereka untuk memberi tahu dimana tempat aborsi di kota mereka dan berapa biayanya. Kadang memaki dan menyumpahi kami ketika kami tidak meluluskan keinginannya.
Setiap kali kami menawarkan konseling, hanya sedikit dari mereka yang bersedia mengikuti konseling pre-aborsi, sisanya kabur dan mencari tempat aborsi sendiri.
Kenapa sih konseling pra-aborsi itu penting? Kenapa sih kami begitu keukeuhnya mempromosikan konseling pra-aborsi?
Aborsi bukan soal yang mudah. Saya pribadi, dan teman-teman post-abortus seringkali mendiskusikan hal ini. Diakui atau tidak, aborsi memiliki pengaruh yang cukup dalam terhadap spiritualitas kami, terlepas apakah kita pro atau kontra dengan aborsi, namun itu terjadi.
Pentingnya konseling pra-aborsi adalah untuk memberi perspektif yang lebih komprehensif terhadap permasalahan yang dipahami perempuan/pasangan, memahami situasi dan berbagai pilihannya, berbagai resiko dan konsekuensinya, sebelum akhirnya si perempuan/pasangan mengambil keputusan.Selain itu, konseling juga memberikan si perempuan “kesadaran” atas setiap keputusan dan tindakan terhadap tubuhnya.
Namun sepertinya masih banyak orang yang tidak mau belajar bijak dengan keputusannya. Semua-mua maunya cepat, instan dan murah!! Well, jangan heran kalo kemudian hasilnya juga gak memuaskan.
Ah, maaf jadi corat-coret di sini, gemeessssssssssss.....tauuuu...
No comments:
Post a Comment