Friday, October 23, 2009

Sexuality is'nt just a sexual pleasure

Kata ‘seksualitas’ di profil facebook-ku telah mengencourage beberapa lelaki untuk mengirimkan pesan padaku yang isinya mengajak untuk melakukan hubungan seksual. Bahkan ada yang yang mengatakan bahwa ia senang menggabungkan fantasi dan akademisi. Hahahaha…mungkin dalam bayangannya adalah bagaimana miyabi menghajar murid-murid lelaki di kelasnya. Tentu saja hal ini membuatku geli. Namun aku juga tak punya alasan untuk marah dan menggertak mereka. Permasalahannya adalah misunderstanding mengenai kata ‘seksuaitas’ itu sendiri.

Aku sendiri mungkin dianggap terlalu berlebihan bagi sebagian orang. Tanpa kaku bisa menulis kata memek atau vagina dengan luwesnya di dalam tulisanku. Dengan santainya bisa menulis ‘bra shopping’ dalam update statusku, dan lain sebagainya. Bagi sebagian orang kata vagina atau bra mungkin menjadi sesuatu yang berbau sexiest. Namun bagi ku sendiri kata vagina atau bra tidak memiliki arti apapun selain artinya itu sendiri. Vagina adalah vagina. Bra adalah bra.


Dan seksualitas tidak melulu soal kesenangan seksual, perilaku seksual atau gaya-gaya berhubungan seksual. Seksualitas berbicara tentang identitas. Berbicara tentang kontrol dan kekuasaan.

Alasan kenapa aku tertarik dengan isu seksualitas adalah karena ini merupakan isu yang sangat personal, isu yang berbicara mengenai identitas. Berbicara tentang ruang-ruang yang membutuhkan keberanian, pengetahuan dan kepercayaan. Ketidaktahuan mengenai identitas inilah yang kemudian menjadi ‘berkah’ bagi berbagai pihak untuk dapat menggunakan bagian-bagian ini sebagai alat control terhadap kekuasaan.

Namun masih banyak orang yang berfikir bahwa seksualitas adalah ruang yang membicarakan tentang kesenangan seksual semata. Ruang yang sungguh menyenangkan dan penuh petualangan, tanpa menyadari betapa ini merupakan isu yang sangat esensi bagi setiap manusia.

Adalah PR bagi setiap orang yang bekerja di isu ini untuk merubah pola pemikiran yang masih sangat sempit ini. Membuka ruang-ruang yang masih eksklusifini bagi lebih banyak orang, membagi pengetahuan dan rasa percaya diri bagi setiap orang berhubungan dengan seksualitas mereka.

1 comment: