Monday, May 25, 2009

Kelopak Mataku Menunggumu

Untuk pertama kalinya, malam ini aku merasa amat marah. Setelah mencoba meyakinkan diri bahwa kita pasti bisa melaluinya, tiba-tiba kali ini aku merasa kamu ragu. ternyata kamu tak sekuat yang kubayangkan. kenapa sayangku?
Semesta memang tak membawamu satu inchi lebih dekat denganku. namun jarak 6726.121 mil kini hanya akan menjadi kurang dari 900 mil. kenapa tak kita syukuri ribuan mil yang telah memisahkan kita? ribuan malam kita mengukir doa pada malam, berbagi rindu dengan daun dan matahari, akhirnya kini semesta kan mempertemukan kita, hanya dalam hitungan minggu aku akan melihat kedua bola matamu yang tak simetris itu.
Jangan sayangku, kumohon jangan menyerah. mungkin takkan pernah ada rumah bagi kita, namun semesta selalu menyisakan ruang untuk kita. mungkin tidak di tanah kelahiranku, tidak juga di tanahku, kita bisa menanam bunga di mana saja sayangku.
aku menunggumu malam ini, dan satu ketukan di dahimu akan menenangkan ku atau bisa jadi membunuhku.

kutunggu, datanglah seperti biasa kamu datang untuk menutup kelopak mataku. Jangan menyerah, jangan...

No comments:

Post a Comment