Aku memanggilmu kembali ke dalam hatiku
Untuk mengingatkan aku selalu akan kebaikan
Aku memanggilmu kembali ke dalam hatiku
Lewat dinding merah marun, jendela besi dengan hiasan keong yang berdenting ketika angin datang, lewat pintu berwarna merah, lewat dapur yang berantakan, lewat matras yang sudah bolong-bolong
Aku memanggilmu kembali ke dalam hatiku
Untuk mengingatkanku aku selalu pada cinta kasih
Lewat buaian sinar mataharai pagi, lewat desiran angin yang bermain di tengah sawah, lewat kursi kayu yang kusam di depan kamarku, lewat pintu yang tak berkunci
Aku memanggilmu kembali ke dalam hatiku
Karena aku masih membutuhkan malaikat pelindungku
Datang..
Datang..
Datang..

No comments:
Post a Comment