Saturday, December 17, 2005

Mendulang Sepi

Hari sepi tanpa suara….Senyap sekalipun tak berkunjung. Hari berjalan pelan tak bergeming. Derap nafas tak tercium sedikitpun. Hati yang sepi hati yang tak berjamah, tak terjamah tak tersentuh. Bahkan luka dan perih pun tak lagi terasa. Datar…semua terasa datar….

Aku kasihan pada diriku sendiri…Hati yang beku tak lagi bisa membedakan antara lara dan duka, antara sakit dan nikmat. Keramaian adalah kesendirian. Kesendirian adalah kekosongan.

Makna apa yang tersirat. Jika setiap kata telah luruh oleh senyap. Jika setiap goresan telah luruh oleh luka.

Aku dan sendiriku adalah noda yang membayangi perjalananku.

No comments:

Post a Comment