Monday, April 18, 2005

Untuk Singa Liarku !

untuk pertama kalinya aku bisa merasakan getaran buasmu di diriku,



yg membuatku melenguh tanpa daya,



melayangkan rasa ku jauh melebihi langit-langit yang menaungiku,



dan untuk pertama kalinya kurasakan kenikmatan yang nyata dan sempurna,



dengan seluruh kebuasanmu kau taklukan aku dalam titik yang terendah dalam



penyerahan atas keperempuananku

1 comment:

  1. konon, puisi lahir dari rahim peristiwa, perjalanan dan pengalaman batin. selain hal tersebut? bisa dan boleh. sebab, puisi bukan matematika yang selalu berakhir dengan pasti. untuk semua yang kau tulis (dalam hal ini adalah puisi): jujur, aku ga menemukan estetika, musikalitas, metafora, juga diksi yang cantik sekaligus liar (malioboroisme: lw kan di yogya?)! aku cuma merasakan luka (1,2,3 dan....wow banyak banget. gila! suka banget lw sakit hati sih? :-0). akhir kata tutup komentar: aku suka kejujuran lugas yang kau tumpahkan, kendati potensial membikin cemas mungkin juga ENEG pembaca (laki-laki) yang mencumbu refleksi-refleksi lukamu dengan sebelah mata (tanpa menyelusup ke relung-relung jiwamu yang mendung)! selamat menikmati dan mempertahankan sakit hati jika itu menjadi pilihanmu untuk melahirkan (mencoba) genre baru di jagat puisi yogya pada khususnya. good work. maaf lo da kesalahan. sebab, aku bukan Tuhan, jadi wajar dong lo ga sempurna.

    ReplyDelete