bau tubuhmu
masih tercium hingga kini
menyelusup diantara angin-angin malam
mengawang di kekabutan
malam ini ku terkenang
saat kau cium aku di timuran
nafasmu menderu mendesah mengharu biru
cengkrammu kuat bagai cakar si raja elang
beradu ludah beradu peluh
berlari berkejaran mengadu nafsu
kurasa dadaku berdegup kencang
fikirku melayang terawang-awang
lalu kupeluk kau di timuran
kulepas cengkram si raja elang
biar saja sampai di sini
usah lagi melangkah jauh
No comments:
Post a Comment