Showing posts with label my opinion. Show all posts
Showing posts with label my opinion. Show all posts

Sunday, November 04, 2007

Apa salahnya menjadi stylist ?

Salah satu bagian penting menjadi reporter infotainment adalah u have to be a stylist !
penampilan seorang reporter dalam pandangan saya sangat menentukan image suatu acara atau media yang di wakilinya. lebih stylist tentunya akan membuat artis pun senang dan yakin bahwa kemunculannya dalam media tersebut berarti bermakna "positif" seperti yang di harapkannya.
namun sangat di sayangkan, justru di lapangan banyak reporter yang tampil terlalu apa adanya. bukannya salah dengan tampil apa adanya, namun akan jauh lebih baik jika kita menampilkan hal terbaik dari diri kita termasuk salah satunya adalah penampilan. Oke, tidak perlu jadi fashionista, tapi tetap enak di lihat dan sesuai dengan momentnya. Jangan sampai datang ke acara resmi atau pesta namun malah terlihat kacau. sebagai contohnya, pada saat perayaan anniversary femina group kemaren yang diadakan secara besar-besaran di monas kemaren, menurut saya acara tersebut sangat glamour dan bergaya. semua orang yang hadir di sana tampak sangat antusias menunjukkan penampilan terbaik mereka. dan seperti yang dibayangkan, tentu akan sangat jauh lebih mudah mengenali para jurnalis di banding nara sumber sendiri, kenapa? karena pasti kebanyakan jurnalis duduk di pojok dengan penampilan yang sangat biasa-biasa.

menjadi stylist bukan berarti menjadi keren dan menanggalakan idealisme, tidak ada yang salah dengan itu, anggap saja menjadi stylist adalah perwujudan idealisme yang jauh lebih cerdas :)

semoga ke depannya reporter kita bisa tampil lebih baik !

Thursday, September 27, 2007

Dengar dan Simak Baik-Baik

Secara psikologis, pada dasarnya manusia menyukai perhatian dan jauh lebih senang menjadi pusat perhatian, apalagi perempuan, begitu pula artis/selebritis. Sama halnya dengan kebutuhan untuk di dengar dan di simak. Tentunya setiap orang akan senang dan merasa di hargai jika ketika ia berbicara di dengar dan di simak oleh yang lain.

Oleh karena itu selalu usahakan untuk menyimak setiap kali sedang wawancara. Pastikan narasumber tahu bahwa kita tertarik dengan topik yang ia bicarakan dan mendengarkan, bahkan sekalipun kita tak benar-benar mengerti apa yang ia bicarakan. Pastikan kita melakukan eye contact untuk memastikannya.

Berikut beberapa keuntungan dari tindakan mendengar dan menyimak :
  • Narasumber merasa di hargai.
  • Membangun hubungan dan kepercayaan dengan nara sumber.
  • Mata si narasumber akan tampak lebih "hidup" di depan kamera.
  • Si narasumber akan semakin bersemangat dan terbuka dengan topik tersebut.
  • dan tentunya, hasil liputan akan jauh lebih bagus....


Thursday, September 20, 2007

Wartawan perlu belajar etika

Saya kecewa melihat beberapa wartawan di lapangan. Sangat bertentangan dengan keyakinan yang saya anut. Entah saya terlalu gila dengan idealisme atau memang beberapa wartawan perlu belajar kembali mengenai Etika.

Sebagai contoh, ketika para wartawan datang ke acara suatu launching baik itu sinetron/buku/album atau film baru. Bukannya menyimak host yang sedang membawakan acara, namun para wartawan asyik mengobrol atau menikmati hidangan pembuka. Bukan berarti kita harus serius mendengarkan mereka, namun bersikap tidak gaduh dan memberi sedikit perhatian adalah suatu tindakan yang terhormat.

Justru ketika acara berakhir, para wartawan ribut berebutan mengambil posisi aman untuk meminta wawancara pada para artis/selebriti yang menjadi pengisi acara.

Tindakan tak tahu malu dari ukuran seseorang yang selesai strata pendidikan S1. Seakan datang ke suatu acara sebagai pemenuhan kebutuhan liputan, namun lupa untuk menghargai tuan rumah/acara yang telah memberi kesempatan untuk menghadiri kegiatan tersebut. Bayangkan jika ada tamu yang datang ke pesta kita dan tak menghiraukan kita, bagaimana rasanya? Namun ketika mereka butuh baru mereka berlarian ke arah kita. Bukankah itu hal yang sangat menyebalkan?

Sepertinya para wartawan kita harus belajar PPKN lagi dari awal.