Showing posts with label Sketsa. Show all posts
Showing posts with label Sketsa. Show all posts

Wednesday, June 06, 2007

Kejujuran

jujur adalah fitrah manusia untuk cenderung pada tuhan
jujur adalah perpanjangan intuisi ketuhanan
jujur adalah pembuka jalan bagi hati yang galau



kejujuran pula yang telah membukakan jalanku untuk kembali hidup ke-dua kalinya dan menjalani kehidupan yang lebih baik...

Tuesday, May 22, 2007

LaWan !

Kita harus berjuang.


Maju terus tanpa kenal lelah.


Kita semestinya menghargai hidup dengan membela apa yang menjadi suara hati, suara yang takkan terbantahkan.


Banyak jalan untuk melawan, tak harus dengan senjata.


Apa yang ada di fikiranmu adalah senjata yang tak terkalahkan.


Ketika senjata tak
bisa lagi bicara banyak tentang kebenaran, ide dan gagasan yang ada di
kepalamu adalah sesuatu yang takkan pernah mati sekalipun terkubur oleh
waktu.


Bangunkan ide dan pemikiranmu yang selama ini terlena oleh hidup yang semu.


Buka mata mu pada kenyataan hidup yang pahit.


Ketika ketimpangan terjadi di mana-mana, hatimu seharusnya bertanya apa kemungkinan terbaik yang patut di perjuangkan.


Apa tindakan yang mampu kau lakukan sekalipun hanya dengan kedipan mata.


Bangunkan pemikiranmu.


Biarkan ide dan
gagasan yang ada di kepalamu menjadi kekuatan yang akan
meluluhlantahkan ketidakadilan yang terpampang di matamu.


Bayangkanlah jika
seandainya semua ide di setiap kepala manusia bersatu, terikat oleh
benang merah yang menguatkan satu sama lain.


Ketimpangan dan ketidak adilan takkan lagi menjadi sesuatu yang berkuasa.


Kumpulkan kekuatan kita.


Pilih jalanmu.


Mari kita bersama perjuangkan kemanusiaan yang telah lepas dari diri kita.


Mari kita bersama perjuangkan apa yang sepatutnya benar bagi manusia.


Berikan apa yang menjadi hak manusia untuk hidup.


 


Kawan, ketidakadilan dan ketimpangan takka pernah hilang dari kehidupan kita.


Kemiskinan takkan
pernah berakhir menjadi milik mereka yang terbodohi oleh kekuasaan.
Perang dan penyiksaan akan tetap menjadi bagian keseharian kita.


Kematian akan tetap menjadi sahabat kita yang paling setia.


 


Kawan, hanya mereka yang punya keberanian yang mampu melawan.


Hanya mereka yang setia pada nurani yang mampu menyuarakan isi hati.


Hanya mereka yang menunjung kebenaran yang tak kan gentar pada apapun.


Kita adalah manusia yang manusiawi ketika kita maju mempertahankan kemanusiaan kita.


Kita tak mungkin mampu melenyapkan apa yang bertentangan dengan nurani.


Namun selama kita masih bisa bernafas kita patut berjuang melawan apa yang sepatutnya kita perjuangkan.


Dengan melawan kita kan menemukan jati diri kita sebagai manusia.


Dengan berjuang kita kan menghargai nilai hidup yang kita jalani.


Lawanlah selama urat nadi mu belum terputus.


Teriakkan suara mu selama jantungmu masih berdetak.


 


Hidup bukan tentang menerima, hidup adalah tentang perjuangan, perlawanan.

Wednesday, January 31, 2007

ATTITUDE !

The longer I live, the more I realize the impact of attitude on life. Attitude, to me, is more important than facts. It is more than the past, than education, than money, than circumstances, than failures, than successes, than what other people think or say or do. It is more important than appearance, giftedness or skill. It will make or break a company … a church … a home. The remarkable thing is we have a choice everyday regarding the attitude we will embrace for that day. We cannot change our past … we cannot change the fact that people will act in a certain way. We cannot change the inevitable. The only thing we can do is play on the one string we have, and that is our attitude … I am convinced that life is 10% what happens to me and 90% how I react to it. And so it is with you … we are in charge of our Attitudes.





By Charles Swindoll

Saturday, February 11, 2006

Aku ingin



 



Aku ingin



By: Sapardi djoko Damono



 



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :



Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu pada api yang menjadikannya debu



Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :



Seperti isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada







Saturday, December 03, 2005

Trash Minded...

Ada beberapa yang terlihat nyata meskipun kadang sirna menjadi keliru. Ada juga beberapa yang terlewatkan namun bisa jadi itulah kebenaran yang sejati. Ya, karena kita manusia…bisa jadi segala sesuatu nya terlihat samar dan terbalik.



Ada keluguan dalam setiap hati manusia, itu yang membuat kita percaya akan mimpi dan harapan. Keluguan yang menyelamatkan jiwa manusia dari rasa tak aman dan tersesat di antara arah hidup yang terombang-ambing nur dan gelap.



Ada rasa takut yang membahana mengerdilkan rasa diri yang seharusnya ada. Rasa yang menghalangi kemungkinan diri kita dari menemukan siapa sesungguhnya diri kita dan makna hidup yang tergerakkan oleh jiwa kita. Rasa takut telah memisahkan diri kita dari hidup itu sendiri, hidup yang seharusnya mutlak menjadi diri kita. Ketika rasa takut itu ada, maka telah tercipta sebuah pembatas antarav diri kita dan dunia di luar diri kita. Alienasi diri.



Setan itu ada…? Ataukah kita yang telah menciptakan setan bagi diri kita sendiri…? Neraka itu nyata…? Atau kah itu sekedar rasa phobia berlebihan untuk melindungi rasa aman kemanusiaan kita? Tak lebih seperti penebus dosa yang kita ciptakan lewat halusinasi untuk menggantikan rasa bersalah yang menyudutkan kelemahan kemanusiaan kita? Lalu dimana letak salah dan benar? Sebuah pepatah mengatakan bahwa hidup-dunia sebatas hati dan kepala kita, tergantung berapa banyak kita melapangkan diri. Sebanyak yang kau tampung seluas itulah dunia yang kau kenal. Sebanyak apa kau beri sebesar itu pula lah yang kau terima.

Saturday, October 01, 2005

Pada apa aku mampu percaya?

Pada apa aku mampu percaya



ketika kebenaran tak lagi jelas arahnya



pada apa aku mampu percaya



ketika hati nurani terbungkam bisu



pada apa aku mampu percaya



ketika ketulusan ternodai oleh keserakahan



pada apa aku mampu percaya



ketika manusia telah kehilangan jati dirinya



hanya pada pertanyaan-pertanyaan di kepalaku aku mampu menggantungkan harapan.

Wednesday, September 28, 2005

About the Truth

Jiwa-jiwa yang sakit terperangkap pada terali antara benar dan salah. Jiwa-jiwa yang sakit meringis di tengah kericuhan yang meneriakkan kebenaran. Jiwa-jiwa yang sakit tertawan atas tuduhan yang mengatas namakan kebenaran. Jiwa-jiwa yang sakit adalah raga yang di telanjangi dengan kebenaran atas apa yang sepatutnya salah.Hanya jiwa-jiwa yang sakit yang mampu jujur atas apa yang sepatutnya salah.









Ketika kebenaran berada di tangan kebanyakan orang yang berfikir tentang kebenaran itu, sesungguhnya kebenaran itu telah menjadi salah. Kebenaran yang sebenar-benarnya ketika kebenaran itu di junjung di atas penderitaan dan kesakitan yang mampu membuka setiap mata bahwa kebenaran adalah sesuatu yang mendasar, mendalam, damai. Bukan bahan yang bisa di tarik ulur menjadi sebuah pertentangan antara minoritas dan mayoritas.









Kebenaran berada di tengah-tengah antara kekuasaan dan penderitaan. Kebenaran berada di antara terang dan gelap. Kebenaran berada di antara rasa kenyang dan lapar. Kebenaran adalah apa yang tak mungkin di terima dan juga tak mungkin di tolak.









Kebenaran tak berteman dengan rasa sakit, tidak juga berpihak pada kesenangan. Kenikmatan atas kebenaran adalah sesuatu yang melayang-layang di antara batas sadar dan ketidaksadaran.









Kebenaran adalah sesuatu yang tak bisa di klaim oleh apa dan siapapun. Kebenaran tidak menjadi milik mereka yang berakal atau buta huruf sekalipun. Kebenaran takkan mampu di takar dengan rasio ataupun di lihat dengan mata telanjang.









Kebenaran tidak berpihak pada orang-orang yang alim ataupun mereka sang pendosa. Kebenaran akan menjadi hilang dalam makna kebenaran itu sendiri.









Kebenaran telah memasung pikiranku dengan kemelut-kemelut yang tak mampu ku singkap dengan akalku. Rasioku tak ubahnya benang-benang yang tercampur aduk berbelit melingkar satu sama lain, kacau, berputar-putar di fikiranku. Kebenaran telah membutakan jalanku dalam menemukan makna dari kebenaran itu sendiri.









Ketika aku mentautkan fikiranku pada kebenaran, maka apa yang di tangkap oleh indera penglihatanku menjadi kabur dan kehilangan artinya. Tembok-tembok, bentuk, warna, suara, gambar, abjad…semuanya menjadi semu, seperti raga yang melayang-layang tanpa jiwa yang memaknainya.









Ketika aku mentautkan diriku pada kebenaran, maka segala yang berada di seputarku menjadi kosong hampa sunyi sepi, nol.









Pada titik itu aku tak tahu lagi apa makna kebenaran.





Yang ku lihat hanya terang benderang.



















































































Friday, September 16, 2005

Tentang kebenaran

barangkali misi mereka yangmencintai kemanusiaan adalah untuk membuat tertawa kebenaran itu sendiri. sebab kebenaran yang sesungguhnya membuat kebenaran itu sendiri tertawa.satu-satunya kebenaran sebenarnya terletak dalam proses kita membebaskan diri dari nafsu tak waras untuk memburu kebenaran.



[ The name of the rose, by Umberto Eco ]

Wednesday, August 17, 2005

Merdeka

MERDEKA !!





Apanya yang merdeka ??









Ketika semua orang merayakan kemerdekaan





Aku justru menyaksikan anak-anak yang seharusnya berada di sekolah





Bergumul di dalam bis untuk mencopet…





Mereka yang seharusnya bersenang dan bermain





Mencucurkan keringat demi sesuap nasi yang seharusnya menjadi hak mutlak mereka dari bangsa ini…









Apanya yang merdeka ??





Ketika materi menjajah pemikiran-pemikiran kita





Ketika kesenangan hanya berlaku bagi mereka yang berduit





Ketika pendidikan hanya di rasakan oleh segelintir orang yang mampu









Apanya yang merdeka ??





Ketika beramai-ramai menyambut era modernisasi





Tapi tak mengenal budaya bangsa sendiri





Lupa pada asal-usul bangsa kita









Kemerdekaan ada pada setiap hati dan fikiran yang peduli pada perubahan, pada kemanusiaan, berpihak pada kejujuran dan bertindak dengan nurani.



















































































Tuesday, July 26, 2005

Mencari Kejujuran

Aku mencoba mencari kejujuran dari setiap mata yang kutemui di jalanan



Dari setiap bola mata yang menengadah itu, aku menemukan sedikit kejujuran di antara keangkuhan akan megahnya dunia...



Namun aku menemukan kejujuran ternyata berada di tengah-tengah mata sayu yang memelas akan belas kasihan...



Sisanya adalah kepalsuan dari setiap mereka yang bergegas meninggalkan lampu merah...

Semua penyair adalah bangsat !

Semua penyair adalah bangsat !



Mereka telah merongrong semua abjad, yang seharusnya bisa ku tulis di lembar ini



Mereka adalah penjahat,



Memperkosa inspirasi-inspirasi perawan yang seharusnya milik semua dari kita....



Mereka menghabiskan semua kata yang seharusnya bisa kususun menjadi kalimat



semua penyair adalah bangsat !

Saturday, May 28, 2005

Terali !

Sejarah memaksaku untuk mempercayai apa yang telah ku dengar...



Budaya memperkosaku dengan nilai yang tidak kuyakini...



Cinta membutakan logikaku dari apa yang seharusnya benar...



Hanya seni,



Yang membiarkanku melewati tiap-tiap perbatasan dengan leluasa.....