Showing posts with label Mon Fami. Show all posts
Showing posts with label Mon Fami. Show all posts

Friday, May 23, 2008

Father and Son

siang ini aku melihat seorang anak lelaki di temani bapaknya naik becak berdua mencari tempat kost-kostan. binar mata sang ayah redup menunggu kepastian agar sang anak segera mendapat tempat berteduh. seandainya ayahku masih ada, aku tahu dia akan melakukan hal yang sama... I miss you dad !

Monday, May 19, 2008

Selamat malam, Mamah..


“ Ass.wr.wb

Inna Hudaya…
Mudah-mudahan di tempat ini, mendapatkan keberkahan dan keberuntungan sebagaimana namamu…Hudaya.
Amin…

Wassalam
Mamah “



 

Sepucuk surat tersimpan dengan rapih diantara paket
yang diantar ke pare senin sore kemaren. Terimakasih mamah untuk makanan ringan
yang bisa mengenyangkan, juga untuk Mp4 yang bisa menghiburku di sini, keripik
kentang buatan mu akan ku santap dengan lahap. Aku berharap di antara sunyi
senyap kota kecil ini aku bisa menemukan ketentraman dan keberkahan seperti
yang kau inginkan. Tak ada hal mewah yang bisa membelalakan mataku di sini.
Namun sepeda onthel dan hijaunya sawah dan perkebunan tebu sudah lebih dari
cukup menentramkan hatiku. Aku belajar banyak di sini, mulai dari segera pulang
sebelum pintu kos di kunci hingga lebih seksama mendengar adzan di
kumandangkan. Alhamdulilah mamah, di sini telingaku lebih sholeh, ia tidak lagi
berang mendengar suara tuhan di kumandangkan, mungkin karena adzan nya yang
merdu atau memang tuhan telah menyelipkan sebait puisi untuk ku lewat
ayat-ayatnya. Aku belajar lagi mama, semoga shalatku bisa lebih baik. 5 waktu
mungkin terlalu muluk untukku, tapi tidak ada yang tidak mungkin, bukan begitu
mamah? Terimakasih mamah, sepucuk surat mu telah melepaskan gundah gulana ku,
apa lagi yang kubutuhkan selain doa dan dukungan mu. Tak ada sesuatu pun di
dunia fana ini yang bisa memberiku kekuatan dan cinta seperti yang telah kau berikan
untukku. Jika aku mati lebih dulu darimu kan kuminta tuhan mempersiapkan segala
sesuatunya sesempurna mungkin bagimu. Selamat malam mama, maghrib sudah lewat
dan aku sudah mulai berkelana lagi melalui jalan jalan kecil dan sunyi di pare,
bersama sepeda onthelku tentunya. O ya mama aku lupa memperkenalkannya, kuberi
nama Pendekar Dhaha, karena ia tangguh dan gagah seperti salah satu prajurit
Airlangga. Tak kalah oleh umur dan aus nya yang mulai karatan, ia setia
mendampingiku di sini. Salam untukmu mama.





Monday, March 24, 2008

Selamat makan mama...

Selamat makan mama,



Sedikit wortel dan sayur mayur kupotong kecil-kecil



Kutambah sedikit garam di atas api sedang



Makan malam untukmu mama,



Tak setiap hari ku memasak untukmu, anggap saja ini hadiah



Memang tak bisa menggantikan untaian doa dan kasih mu padaku



Tapi setiap potongan kecil wortel ini penuh cinta



Penuh kasih sayang dan penghormatan untukmu



Bagiku, terlalu asin tapi untukmu masih saja kurang garam



Tak apa-apa, lidahmu lebih penting dari punyaku



Makan lah mama sayang,



Aku takkan lama di sini, besok malam aku harus sudah pulang



Bermanja-manjalah sepuasmu, aku tak keberatan



Bagiku 2 hari ini adalah sepenuhnya waktu untukmu



Takkan bisa menggantikan hari-hari tanpa aku di sini



Tapi semoga kepulanganku yang sebentar ini bisa
membahagiakanmu



Aku cinta kamu mama ku sayang…



Baik-baiklah menjaga tubuh mu, hati-hati lah dengan
fikiranmu !



 



 

Thursday, December 20, 2007

Adikku sayang..

SpookigirlAdikku sayang,
Tahukan engkau betapa saat ini aku ingin berada di sampingmu
Menikmati saat-saat terakhir kita sebagai saudara yang masih lajang
Seharusnya aku ada di sana saat ini, berebutan bantal dan selimut kesayangan kita


Mengobrol di atas tempat tidur dan mengunci pintu kamar
Lalu kita saling berbagi tentang segala..
Segala segala yang kita alami dan rasakan selama kita terpisah
Lalu aku akan mengganggu tidurmu
Dan kau akan marah-marah dan membisu padaku


Adikku sayang,
23 tahun sudah aku bersamamu melalui hidup ini
Meskipun jarak seringkali memisahkan kita
Dan hanya sesekali kita bisa berkumpul dalam setahun
Namun aku selalu merasa engkau selalu dekat denganku
Engkau begitu dekat di hatiku
Engkau lah satu-satunya orang di rumah yang mengerti dan memahamiku
Bahkan seringkali berkorban banyak untukku..
Engkaulah tempat ku bercerita tentang rasa marahku
Padamu aku berbagi suka dukaku
Dan padamu jua aku melimpahkan kasih sayangku diam-diam
Seringkali kau hanya menulis di secarik kertas putih
Saat kau tak tahu lagi bagaimana mengungkapkan isi hatimu padaku
Dan setiap kali aku membaca tulisan yang kau selipkan di bukuku
Pada saat itu juga air mataku bercucuran
Betapa kau pun menyayangiku…


Adikku sayang,
Aku telah lebih banyak membiarkanmu melihatku berduka dalam diamku
Membuatmu harus memikul beban yang seharusnya tak kau pikul
Aku telah memaksamu untuk lebih dewasa dariku agar aku bisa berlindung padamu
Aku pun tahu kau diam-diam seringkali membenciku karena perbuatanku itu
Dan aku pun tahu kebencianmu itu datang dari cinta kasihmu yang begitu besar


Adikku sayang,
Aku ingin berada di sana…
Di antara barisan keluarga yang akan menghantarkanmu pada kehidupan baru
Aku ingin menyaksikan engkau melangkahkan kaki menuju kekasihmu
Aku ingin memelukmu sesaat sebelum kau seutuhnya menjadi milik orang lain…
Aku seharusnya berada di sana, aku ingin berada di sana…
Namun apa dayaku saat ini, aku tak mampu meraihmu…
Aku tak mampu berada di sana…
Dan disinilah aku sekarang,
Menahan rindu yang berkobar-kobar di hatiku…
Menahan amarah yang bergejolak di dadaku…


Adikku sayang,
Aku hanya bisa mengirimkan doa untukmu
Doa dalam kasih yang terdalam
Doa dengan pengharapan yang besar
Doa untuk kebahagiaan…


Suatu hari ketika masa yang telah tuhan tentukan tiba
Aku kan pulang..
Kita kan berkumpul bersama lagi di rumah kecil kita
Kita kan menikmati saat-saat sebelum tidur kita..
Yup suatu hari nanti pasti terjadi
Aku kan pulang dengan memiliki harga diri
Aku kan membawa kebanggaan bagi seisi rumah kita
Sesuai janji tuhan…
Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya !


You’ll walk without me
Coz you finally found someone
To share to lean on to laugh to love and to be loved
But I’ll keep beside you
Standing right there for you
Whenever and wherever you need me
As we used to be…
And here I’am..
Wishing you fully blessed and happiness…

Friday, August 03, 2007

Thank You

Terimakasih untuk mereka yang telah
menyokongku selama dalam perjalananku ini. mereka yang tidak hanya memberikan
tempat tinggal dan pengisi perut, namun juga telah mendorongku untuk tetap kuat
melewati perjalanan ini. aku belum tahu ke mana aku akan melangkah namun juga
aku yakin bahwa aku tak mau lagi berjalan mundur ataupun sekedar menengok ke
belakang.

















Mamah,
suatu saat aku akan pulang ke rumah bila
keadaan telah jauh lebih baik dari sekarang.
suatu saat aku akan berbicara, bukan untuk
meminta pengertian atau memohon ampunan, namun untuk mengerti dan memahami
semua yang telah terjadi.
suatu saat aku kan kembali ke pelukanmu
ketika hatiku telah siap untuk disambut.














Kakak-kakaku
tersayang,
maafkan aku bila
aku belum bisa merasa menyatu dan terikat dengan kalian
bukannya aku
menampik kasih sayang kalian,
aku hanya ingin
sendiri dan melewati proses ini sendirian...
suatu saat nanti
tentunya kita kan duduk di meja makan menyantap makanan enak di selingi senda
gurau yang sehat..











Adikku rahma,
terimakasih karena
kau hanya diam
namun aku tahu
diam mu itu adalah pengertian yang dalam














Om andi,
siapa sangka aku
akan merindukanmu sehebat ini
aku baru
menyadari bahwa pada akhirnya aku membutuhkan perhatian dan kelembutan hatimu
itu..
terimakasih
karena telah bertahan di sisiku ketika aku jatuh dan hampa
suatu saat kita
kan bersama lagi dan keadaan akan jauh berbeda, lebih baik...










Green House,
apa kabar ayi, tika, diah and the ex-GH
cheri ??
terimakasih
karena telah menjadi keseharianku yang manis












Iya, Didin, Cecep, Debi, Wildan...
sahabat adalah lilin, kalian menerangi hati
dan fikiranku ketika masa telah membuatnya gelap dan berbatu untukku…
berada di
sampingku dan memberiku kekuatan adalah hadiah terbesar yang pernah kalian
berikan untukku.
















Extravaganza’s :
mbak shanty, abon, helmi, esti, paul..
kalian telah
menunjukkan padaku bahwa hidup jauh lebih besar dari perkiraanku
aku telah meraih
kembali rasa percaya dan harga diriku lewat mata kalian
terimakasih ya
cur...
















Jenni Kitten..
sahabatku
sepanjang masa yang telah mengajariku kasih sayang
memberiku
ketegaran dan kesabaran luarbiasa melebihi kemampuanku


















Eduardo, Koski,
Pi’i
cuma kalian yang
bisa membuatku menangis karena rasa rindu yang hebat.
aku pasti pulang
buat kalian...
akan kuberikan
rumah terbaik untuk kucing-kucing terhebat
aku pasti kan
mencari kerja supaya kalian bisa terus makan whiskas, beli mainan..
kalian akan di
vaksin dan menjadi kucing sehat sepanjang masa
:)
















terakhir,
terimakasih
bram...
aku tahu
kegetiran ini takkan membuatku mati
suatu hari aku
akan datang padamu dengan suka cita
memperlihatkan senyum terindahku
and say : ” I can live a lot better without
You ! “

Thursday, June 21, 2007

maafkan aku..

aku hanya bisa meminta maaf
jika saja jalan yang kupilih menjadi kekecewaan bagi kalian
jika saja keputusanku kali ini kan mempermalukan kalian
aku hanya bisa minta maaf
jika saja selama ini aku tak mampu menjadi kebanggaan
jika saja selama ini aku tak mampu menjadi panutan
aku hanya bisa minta maaf
jika saja aku menjadi aib bagi kalian
jika saja aku telah mencoreng nama baik kalian
aku hanya bisa minta maaf
hanya itu yang dengan tulus kumohon
maafkan aku...

Tuesday, May 29, 2007

28 Mei 2007 The Moments

pada akhirnya
aku bersimpuh di kaki ibuku
meminta ampunan atas salah dan dosaku
meminta ampunan atas drama kebohonganku



tetesan air mata telah menjadi saksi atas ketidakberdayaanku
aku telah memasrahkan diriku pada jiwa ibuku
aku telah mengembalikan harga diriku pada tempat yang seharusnya



aku lega...
aku akhirnya mengakui kelemahan dan ketakberdayaanku
aku akhirnya kembali ke pelukan ibu....

Monday, April 16, 2007

People That I Miss

  • My Beloved Father


  • My Beloved Mother


  • My Sister >>> Ama


  • Bram & Uneh


  • People @ Wirabuana 2


  • Debi


  • Iya


  • Didin


  • Coffee Break Community


  • wildan


Mizz U all....

Saturday, April 15, 2006

Kado Untuk Saudariku

Karena kita telah bergerak dewasa. semua takkan pernah sama lagi. Jika kita anak kecil yang selalu mencari perlindungan, maka kita kini hanya bisa memberikan pelukan satu sama lain untuk memberikan perlindungan. Jika kita terbiasa berlari ke rumah mencari kehangatan, maka akan ada masa di mana kita harus menciptakan kehangatan itu untuk sesama kita.



Aku mungkin bukan saudari yang bisa kau banggakan, namun aku kan selalu setia sabagai saudari sekandungmu. karena kita berasal dari satu darah yang sama dan darah itu telah menyatukan nyawa kita.



Aku tak pernah dan mungkin takkan pernah tahu suara-suara apa yang kau sembunyikan dari ku, atau apa yang menjadi kehendakmu atas diriku. namun pengharapanku adalah darah kita akan meleburkan semua perbedaan di antara kita.



Bapak kita telah tiada. namun tuhan telah menjadikannya bintang. ia bersemayam dalam pijaran cahaya yang menghangatkan malam-malam kita. Ketika kerinduan itu datang, yakinlah bahwa dia selalu ada dalam setiap langkah kita. Dia memberikan perlindungan dalam setiap helaan nafas ketika kita merasa penat dan lelah menghadapi hidup ini. Kesederhanaannya adalah keutamaan yang bisa kita teladani sepanjang hidup.



Bunda pun mungkin kan meninggalkan kita dalam hitungan hari. Derai air mata akan menjadi kebisuanku. Aku tak mampu memberinya penghormatan dan cinta sebagaimana engkau memperlakukannya. Aku tidak terbiasa berbicara dalam bahasa cinta, namun jika cinta itu memang ada, maka kalian lah cinta itu.



Semua tentang ayah bunda akan menjadi kenangan, tapi biarlah darah yang melukiskannya di dalam hati kita dan mentautkan kita selama-lamanya sebagai saudara.



Aku tidak mengenal tuhan. Aku tak mengenal rupa kuasa kasih Nya seperti apa. namun jika pernah Ia menampakkan diri tanpa kusadari maka Ia telah hadir lewat kalian dalam hidupku.



Ketika masa itu tiba dan kita tak memiliki sesiapapun lagi. Maka berjanjilah padaku bahwa kau kan setia padaku sebagaimana ayah bunda kita memegang teguh janjinya pada tuhan untuk memelihara kita.



Selamat ulang tahun saudariku. Semoga harapan terbaik manusia akan menjadi milikmu. Semoga impian terluhur manusia akan menjadi penuntunmu.