Showing posts with label Creamus Poems. Show all posts
Showing posts with label Creamus Poems. Show all posts

Wednesday, June 18, 2008

Kepada kedua saudara lelakiku,

1_126580200l

Aku punya kabar gembira bro, beberapa waktu yang lalu Ummi Inna mengatakan sesuatu yang indah kepadaku : Jika kita merasa tak menemukan jalan lain, buntu. itu artinya kita semakin dekat pada tujuan, tinggal menunggu waktu.
jangan
khawatir bung, jika tuhan masih memelihara kita dari terik panas dan
dahaga maka tuhan pun kan membukakan jalan bagi pejuang puisi macam
kita. ayam saja masih di beri rejeki di tanah gersang, apalagi kita
yang mencintai keindahan kata dan jiwa. tuhan sedang bercanda, di
pikirnya kita tak serius berkarya. ah apa iya?
aku pun kadang
menahan lapar, namun ku pikir dalam lapar seringkali kita belajar
menjadi bijak. apa artinya bulir padi bagi mereka yang memiliki
semangkuk gandum? benar apa yang kau bilang bung danto, kita syukuri
saja apa yang ada hari ini. kita masih saling memiliki saja sudah
hadiah yang sangat indah. dalam kata dan rima kita berbagi impian,
saling mengikat hati menjadi barisan yang tangguh.
aku menjauh dulu
bro, sementara saja sampai aku mampu. agar nanti sepiring nasi tak lagi
masalah, agar kamu mas jewe tak perlu lagi mengisap tembakau tak jelas
rasanya itu. do'akan aku dan ku kirim juga do'a untuk kalian.

Saturday, March 15, 2008

Pertemuan Seribu Tahun Lalu

Jejak kaki merapi merayap di tepi jalan malioboro.

Mau ke mana?

Mencari hijau sawahku

Bukan di sini baginda

Bau busuk tikus kota menyeruak di balik besi stasiun tugu

Aku mau muntah, tapi enak sekali di sini

Kutunggu di sini perempuanku

Dari selatan menuju utara

Angin mampir sebentar

Suara kuda menggelegar di atas langit

Baginda, tuan putri datang

Kutunggu di gondolayu !