Berada di ubud dan menghabiskan waktu menyusuri jalanan mencari studio yoga dan ashram, melalap habis brosur dan iklan yg ditempel di sepanjang jalan dengan harapan ada info mengenai kelas yoga dan meditasi.
Tak seperti biasanya, aku tak tertarik untuk nongkrong dan mengobrol di kafe. Tak juga mendorong diriku untuk berkenalan dengan siapapun.bahkan perjalananku kali ini tanpa laptop,aku tak menghabiskan waktuku dengan bekerja di depan laptop, untuk mencatat pun aku tak punya pilihan selain menulis kembali dengan buku dan pena. Aku menghabiskan lebih banyak waktu berkonfrontasi dan mendengarkan diriku sendiri. Sesekali terkejut melihat dan merasakan tubuhku dengan cara yang berbeda. Rongga dadaku terasa lebih luas dan sebagian yang terpendam mulai menjalar ke luar dari dalam tubuhku.
Kedatanganku ke bali kali ini memang berbeda, ada yang menahanku untuk menikmati bali dengan cara seperti biasanya.Aku merasa datang untuk sesuatu yang belum kuketahui. Yoga dan meditasi,hanya itu kata kuncinya. bahkan kali ini aku pun melepaskan sesuatu yang paling berharga untuk ku; sang kekasih hati yang kubiarkan teronggok di dinding kamarku. aku ingin tidak menjadi diriku yang ku kenal dalam perjalanan ini, aku ingin menemukan dan merasakan diriku yang lain. Setiap pagi aku bangun lebih awal dari biasanya. Latihan sebentar lalu sarapan sembari melakukan konseling lewat telepon. Sisa nya kuhabiskan dengan kelas yoga dan meditasi,lalu berjalan jalan sekeliling ubud berharap menemukan sang guru yang ku cari-cari.
Satu demi satu studio yoga kujambangi, belajar dari satu guru ke guru lain. Fikiran dan tubuhku begitu terbuka dan berani menerima tantangan. Kupikir, setelah sekian lama kali ini aku memang betul-betul siap melakukan perubahan dan menerima apapun yg telah dipersiapkan untuk ku.
Seringkali aku lah satu-satunya orang indonesia di dalam kelas. Satu-satunya pemula yang selalu menanyakan diskon dan harga khusus. Dengan sedikit memelas dan berterus terang bahwa aku memiliki keinginan besar namun dengan budget terbatas. Sayangnya, walaupun aku orang indonesia namun tetap diperhitungkan sebagai turis. Maka aku pun harus berusaha lebih keras lagi mencari studio dan ashram lain dengan harga yang lebih terjangkau. Setiap malam aku kembali menghitung budgetku. Namun aku memilih berinvestasi untuk kelas yoga dan meditasi dengan guru-guru yg luar biasa dan memilih nasi jinggo sebagai menu makan siang dan makan malamku.
Seringkali kudengar pertanyaan ini 'are you in holiday?' dan seringkali aku menggelengkan kepala. Pertanyaan berikutnya, 'so,what u do then?' dan lagi-lagi aku menggelengkan kepala. 'All i know i came here for yoga and meditation. So,here i'am now tryin to find the path'
Hari ini Saori, salah satu teman kelas yogaku menyambut pernyataanku dengan senyuman. Satu kalimat pendeknya menghentak ku 'oh,kamu dipanggil ke sini,nanti kamu tau sendiri'
Sambutan yang sama kuterima dari Le Ann, instruktur ku hari ini 'Welcome free spirit, you'll find your way here'. aku percaya akan hal itu. hanya perlu bersabar dan berusaha lebih keras lagi.
Aku tidak tahu atau belum tahu untuk apa di sini, namun aku yakin telah ada sesuatu yg dipersiapkan oleh ku. Yang kulakukan hanya mengikuti jalan setapak yang ada di hadapanku dan biarkan semesta berkehendak atas diriku.
Namaste!
Published with Blogger-droid v1.6.6
No comments:
Post a Comment