Malam ini schakty menyelinap di antara lipatan perutku, mulutnya yang kecil itu mulai menggigiti kulit perut dan bajuku. Aduh, sayangku. Aku bukan induk kucing. Tidak ada air susu ibu kucing di sana. Kutahan air mataku. Aku mengerti betapa schakty membutuhkan ibunya di sampingnya. Sama seperti aku.
Schakty menjadi penghuni baru di rumahku sejak seminggu yang lalu. Ketika pertama kali datang tubuhnya penuh dengan kutu. Aku jijik menyentuhnya. Setelah semalaman berdiam di dalam kardus di belakang rumahku, aku akhirnya luluh mendengar suaranya yang memelas. Matanya yang biru muda menatapku dengan sendu, ia tidak memalingkan matanya ketika kuberbicara padanya. Aku jatuh cinta dan menuai harapan pada bayi kucing mungil ini. Malam itu juga aku dan andi memandikan schakty, membersihkan tubuhnya dari ratusan kutu yang menjijikan itu. kuberi nama schakty seperti nama kantinku, semoga ia bisa membawa berkah dan kebahagiaan.
Selamat datang schakty,
No comments:
Post a Comment