Wednesday, January 14, 2009

I want cats so badly

Hari ini, kedua tanganku menyentuh dan merasakan bulu lembutnya ke-lima bayi kucing mungil yang kutemukan di taman depan rumahku. 3 diantaranya berwarna kuning, satu hitam dan satu lainnya berwarna hitam keabu-abuan. Hatiku luluh melihat mereka menggeliat di balik tubuh si kuning, induk mereka.
Sudah lama, sejak aku merindukan kehadiran kucing dalam hidupku. Mereka selalu membuatku merasa diliputi kasih sayang. Aku tak bisa tak jatuh cinta pada kepolosan dan kemanjaan mereka. Sungguh, kucing telah banyak mengajariku tentang kasih sayang dan kesabaran.
Mamah dan adikku yang tengah hamil tak menginginkan mereka, aku memahami ketakutan adikku. Namun aku tak tega jika mereka begitu saja di berikan pada anak-anak kampung. Mereka, anak-anak ini memang menyukai kucing namun mereka tak paham bagaimana mengurus bayi-bayi kucing ini.Mereka di biarkan di dalam kardus di luar mesjid, ketika hujan tentu saja mereka kedinginan. Salah satu dari bayi kucing ini keluar dari kardus dan tertabrak sepeda. Dadanya berdarah, aku segera membawanya pada induknya. Si kuning menyambutnya dengan mengeong seakan bertanya apa yang terjadi. Aku biarkan mereka saling merawat. Sejam kemudian kulihat si kuning masih memeluk dan menjilati si kecil yang berdarah, kucing yang malang, ia tak lagi bergerak. Sepertinya sesaat lagi aku harus mengurus pemakamannya.
Akhirnya aku berhasil mencuri dan menyembunyikan bayi-bayi kucing ini lain dari tangan mereka. Kini, bayi-bayi kucing dan ibunya tengah tertidur pulas di dalam kamarku. Tentu saja, adikku dan mamah menolak untuk masuk ke dalam kamarku 
Aku ingin mengurus mereka dengan cinta kasih, takkan lama sebelum aku kembali ke jogja. Ketika aku melihat mereka, hatiku diliputi kebahagiaan dan kasih sayang yang membuatku mencintai dan menyukai diriku sendiri. Aku senang menyebut diriku sendiri sebagai mama kucing. Aku mau kok menjadi mama untuk semua kucing di dunia.
Aku segera teringat pada keinginanku untuk segera memiliki rumah sendiri. Biarlah kecil dan sederhana, aku ingin hidup bersama kucing-kucing menikmati senja yang merah dan bermanja di kursi kayu memanjang. Aku ingin hidupku kembali di warnai kemanjaan dan kepolosan mereka. Aku ingin membagi kasihku pada mereka. Sebuah keluarga kecil yang bahagia.
Terimakasih jeni, kucing pertamaku yang telah memulihkan kebekuan hatiku, mengajarkanku kesabaran dan arti cinta kasih. Ketika sakit kita saling menjaga, dan pada kerapuhanmu aku belajar tentang kekuatan seorang ibu. Terimakasih untuk Edo, Pi’I, Koski dan Yin Yang yang telah menemaniku melewati masa-masa sulit dan menemukan makna kesetiaan.
Aku ingin kucing lagi !

1 comment: