Impian itu masih kusimpan baik-baik
Sebuah ruang kupersiapkan untuk menjaganya, di sudut kecil dada kiriku
Sesekali ketika kuningnya pesawahan bercumbu dengan burung pipit
Air yang memantul di bawah atap daun kelapa memanggil
Impian itu masih indah seperti sedia kala
Sebuah rumah kayu kecil yang hangat di tengah sawah dan pepohonan
Sebuah kebun kecil untukmu, dapur cantik untukku
Kita akan mengukir cinta kita di dinding rumah
Melepas rasa lelah di antara semak belukar yang setia pada kisah cinta kita
Daun jendela terbuka, matahari senja mencubit pipi dan anak-anak kita tengah bermain di taman
Berapa anak yang kamu mau?
Empat ? Lima ? bagiku dua sudah cukup
Tak apa, kasih kita akan mengalir seperti air yang jernih
Mengasihi mereka sebagaimana langit menaungi bumi
Mungkin sesekali aku akan berlari menuju pohon cheri dan menangis
Sesekali kau mengumpat lalu berlalu menjauhiku entah ke mana
Kita akan membenci, sesekali
Sama seperti kita saling mencintai satu sama lain
Dan malam akan mendamaikan hati kita kembali
Aku, bersedia tidur di pelukanmu
Dan esok , hanya matamu yang pertama kali ingin kulihat di pagi hari
“What you dream my dear?”
I wanna be with you
Akan kusimpan mimpi itu untuk kita.
No comments:
Post a Comment