Sunday, May 18, 2008

Wisata Kediri I

GEREJA PUH SARANG

Puh Sarang adalah sebuah desa di bagian barat kota Kediri , berjarak sekitar 6 kilo dari pusat kota Kediri. Dari terminal Kediri anda bisa naik ojek menuju lokasi ini dengan membayar sekitar 5 ribu rupiah, beruntung karena kemarin seorang bapak berbaik hati memberikan tumpangan gratis untuk berjalan jalan ke Gereja Puh Sarang dan di lanjutkan ke Goa selomangleng di kaki bukit klotok.

Puhsarang_1 Gereja Katolik di Puh Sarang didirikan oleh Ir. Henricus Maclaine Pont pada tahun 1936 atas permintaan pastor paroki Kediri pada waktu itu, Pastor H. Wolters, CM. arsitektur Gereja yang unik dan kental dengan pengaruh jawa bisa di lihat dari bentuk atapnya dan bangunannnya. Sebuah Gereja yang cantik dan monumental. Komplek Gereja Puh Sarang merupakan salah satu tujuan ziarah bagi umat katolik.

Di Komplek Gereja Puh Sarang terdapat Goa Maria yang merupakan replica dari Goa Maria Lourdes di perancis. Sebuah patung Bunda Maria berdiri dengan anggunnya di tengah-tengah dinding batu. Terdapat beberapa keran kecil di mana kita bisa meminum air suci tersebut dan mencuci muka. Karena saya seorang muslim pada kesempatan itu saya menyempatkan diri untuk mengambil air wudhu lalu berdoa di depan patung Bunda Maria. Tempat ini merupakan tempat yang teduh dan tenang, sangat cocok jika anda ingin memanjatkan doa atau bahkan bermeditasi.

1132280778g2_1 Selain Patung dan Goa Bunda Maria di tempat ini terdapat “ Jalan Salib Bukit Golgota” yang memiliki 15 stasi yang menceritakan peristiwa ketika yesus di jatuhi hukuman mati hingga pada akhirnya di salib. Anda bisa berjalan memutari tempat yang luas ini sembari menghayati makna di balik penyaliban yesus. Mata anda pun akan di hibur oleh pemandangan yang hijau dan asri yang akan membuat anda merasa lebih rileks.

Saya tidak sempat berkeliling seluruh komplek Gereja karena waktu yang sangat terbatas, untuk lebih detailnya anda bisa mengklik Geraja Puh Sarang


GOA SELOMANGLENG

Selomangleng Goa selomangleng terletak di bagian barat kota Kediri, di lereng bukit wilis yang eksotis dan sejuk. Goa selomangleng adalah sebuah Goa tempat peristirahatan dan meditasi Dewi Kilisuci, seorang Putri dari Kerajaan Kadiri yang pada akhir hidupnya memilih untuk menyepi di Goa ini. Sebelum memasuki Goa anda Bisa melihat beberapa sisa patung yang terbuat dari batu andesit, bagian luar Goa juga di penuhi oleh relief yang menurut saya pribadi sangat feminim Seluruh Goa di penuhi oleh pahatan/relief yang menceritakan kisah dewi Kilisuci.

Goa_selomanglengGoa ini terbagi menjadi 4 ruangan, satu ruangan di mana terdapat sebuah batu dudukan yang mungkin di pakai untuk melakukan meditasi, sebuah ruangan di mana terdapat batu yang memanjang di mana Dewi Kilisuci beristirahat, sebuah ruangan semacam ruang altar di mana terdapat sebuah arca dan ruangan terakhir adalah sebuah ruang kosong yang gelap gulita. Diantara sekian ruangan yang ada ruangan ke empat adalah ruangan yang memiliki energi paling besar, saya Bisa merasakan ada sesuatu yang sangat kuat yang memikat dari ruangan tersebut. Menurut orang setempat Goa ini sering di pakai untuk bertapa dan menuntut ilmu kebathinan, Tidak heran ketika anda memasuki Goa tersebut maka akan tercium bau dupa dan sesembahan bunga yang berjejer di depan arca. bahkan menurut orang tersebut ruangan ke empat sebetulnya menuju ke laut kidul. Hmm…sepertinya saya tidak kaget lagi mendengarnya. Laut kidul selalu memiliki hubungan yang kuat dengan sejarah Kerajaan-Kerajaan di Indonesia.

MUSEUM AIRLANGGA

Museum ini terdapat tidak jauh dari Goa Selomangleng, tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Saya cukup kecewa dengan museum ini. Selain tidak terawat dengan baik bahkan staff nya pun tidak banyak membantu memberikan informasi sejarah tentang masa Kerajaan Kediri, bahkan mungkin mereka saja tak paham apa saja yang ada di museum tersebut. Padahal banyak artifak dan arca peninggalan masa Kerajaan Kadiri, Singosari dan Majapahit di sini. Sayangnya anda hanya bisa menatapnya tanpa tahu sejarahnya.

No comments:

Post a Comment