sayangku,malam ini bulan purnama datang tak sempurna
dan tubuhku tadi pagi kembali menggeliat bersama keringat lelaki
lelaki lain yang tak asing bagiku namun asing bagi hatiku
kubiarkan jemari itu menelusuri tubuhku biarpun aku enggan
aku, untuk kesekian kalinya menelanjangi diriku lagi
semoga purnama tak mengintipku, aku malu
sayangku,
aku tahu kau takkan peduli dengan siapa tubuhku bermain peluh
atau dengan siapa aku memasrahkan bibir dan pelukan
aku tahu bagimu aku manusia bebas berkehendak
tapi sayangku,
semua itu hanya membuatku jijik
berbagi tubuh dengan lelaki tanpa membagi hatiku
sayangku,
aku dan kamu mungkin takkan berbasah peluh tuk kesekian kalinya
pagi yang dingin dan pantai yang sepi mungkin kenangan terakhir
jika mungkin sekali lagi aku mau...
sayangku rino,
aku telah memerdekakan diriku dengan memilihmu sebagai tiket kebebasanku
dunia ini mungkin takkan pernah memberi kesempatan tuk saling memiliki
namun aku, kamu..masih memiliki dunia lain tuk tetap saling mencintai
No comments:
Post a Comment