Friday, February 22, 2008

Selamat jalan sayangku rino..

aku kembali ke sana dan sisa bau nafasmu masih tersisa di sudut-sudut kamar yang kotor dan jendela tanpa kaca. wanita penjual bunga tak lagi ada di seberang jalan tapi aku masih menyisakan kenangan tentang kita padanya. langit yang cerah mengantar kepergianmu. aku tak boleh menangis, kataku. meskipun sisa kecupan masih terasa hangat di mataku, aku bahagia, kataku. hampir jam 6 sore dan langit mulai redup. aku tahu kamu mengirimkan pesan untukku, langit menerjemahkannya dengan lembut.kau tengah memikirkanku di awal perjalananmu, selamat jalan sayangku...

No comments:

Post a Comment