Jika anda penasaran dengan kebiasaan berdisiplin orang jakarta.cobalah perhatikan antrian di setiap halte busway trans jakarta. setiap hari sudah menjadi pemandangan biasa jika anda menyaksikan betapa beberapa orang seringkali menyerobot antrian. biasanya mereka langsung masuk melalui garis pembatas tanpa melalui jalur yang sudah di sediakan, selain itu tradisi dorong mendorong juga seringkali terjadi dan kadng membuat para wanita atau orangtua yang berada di depn terdoron-dorong dan hampir jatuh.
Namun, ketidaksiplinan ini tidak hanya menjadi kecerobohan beberapa orang. Petugas busway sendiri kadang tidak mampu tegas menertibkan mereka. padahal seharusnya petugas busway inilah yang menjadi garda depan penegak kedisiplinan. bahkan pernah suatu hari ketika saya menunggu di halte busway, kami sudah mengantri panjang di jalur yang benar namun ternyata busway malah berhenti di jalur yang lain sehinggga orang-orang yang mengantri di bagian belakang berhamburan masuk ke dalam busway lebih dulu. tentu saja orang-orang yang mengantri di bagian depan menjadi marah dan kesal, namun hal itu tetap berulang, beberapa busway tetap berhenti di jalur yang salah sehingga antrian yang paling depan malah menjadi paling belakang. menggelikan bukan?
Jika orang-orang sudah disiplin tentunya ketika dalam keadaan begitupun mereka akan memberi jalan agar orang-orang yang mengantri lebih dulu masuk lebih dulu ke dalam busway, bukannya menyelonong masuk saling mendorong.
Banyak orang seringkali protes dengan adanya busway karena menyebabkan macet, namun tetap selalu ada sisi baiknya, adanya busway secara tidak angsung mendidik orang-orang jakarta agar belajar untuk berdisiplin.
Sudah saatnya kitapun turut serta membantu mendisiplinkan masayarakat kita. Belajar lah berani untuk menegur orang-orang yang menyerobot antrian atau saling mendorong. Beritahu bahwa perbuatan mereka salah dan sudah seharusnya mereka malu melakukannya.
Jangan kalah sama bebek !
Namun, ketidaksiplinan ini tidak hanya menjadi kecerobohan beberapa orang. Petugas busway sendiri kadang tidak mampu tegas menertibkan mereka. padahal seharusnya petugas busway inilah yang menjadi garda depan penegak kedisiplinan. bahkan pernah suatu hari ketika saya menunggu di halte busway, kami sudah mengantri panjang di jalur yang benar namun ternyata busway malah berhenti di jalur yang lain sehinggga orang-orang yang mengantri di bagian belakang berhamburan masuk ke dalam busway lebih dulu. tentu saja orang-orang yang mengantri di bagian depan menjadi marah dan kesal, namun hal itu tetap berulang, beberapa busway tetap berhenti di jalur yang salah sehingga antrian yang paling depan malah menjadi paling belakang. menggelikan bukan?
Jika orang-orang sudah disiplin tentunya ketika dalam keadaan begitupun mereka akan memberi jalan agar orang-orang yang mengantri lebih dulu masuk lebih dulu ke dalam busway, bukannya menyelonong masuk saling mendorong.
Banyak orang seringkali protes dengan adanya busway karena menyebabkan macet, namun tetap selalu ada sisi baiknya, adanya busway secara tidak angsung mendidik orang-orang jakarta agar belajar untuk berdisiplin.
Sudah saatnya kitapun turut serta membantu mendisiplinkan masayarakat kita. Belajar lah berani untuk menegur orang-orang yang menyerobot antrian atau saling mendorong. Beritahu bahwa perbuatan mereka salah dan sudah seharusnya mereka malu melakukannya.
Jangan kalah sama bebek !
No comments:
Post a Comment