sekarang
aku tahu kenapa tuhan menciptakan laki-laki sebagai pelindung dan
pemimpin bagi perempuan, mengapa wanita dan laki-laki di jadikan
berpasang-pasangan, akhirnya aku akui ketegaran dan keberanian yang
laki-laki miliki yang tak di miliki seorang perempuan.
memang
tidak mudah menjadi perempuan, seberapa kuatnya ia mencoba bertahan,
tetap saja air matanya meleleh, walaupun ia sembunyikan di belakang
senyum manisnya.
jiwanya
berteriak "kau harus kuat;harus kuat..." tapi tetap saja
hatinya berduka, sendu dan akhirnya tersungkur pula dalam
ketakberdayaan......
ah,
perempuan...malang sekali nasibmu...tidak bisakah kau berdiri tegak
sendiri saja, tak perlu siapapun menopangmu......kau tak perlu
telinga manapun untuk mendengarmu....kau tak perlu hati manapun untuk
mengasihanimu......tak butuh pelukan siapapun tuk
menguatkanmu..........kau bisa melakukannya sendiri......kalau kau
masih tak mampu juga..........panggillah tuhan.......tuhan mu yang
esa......tuhan yang menjadi pelindungmu !!
tidak,
selalu saja kau cari tempat lain tuk mengadu.......apakah tuhan tak
cukup bagimu?? apa karena dia kasat mata..tak bisa kau
dengar.......tak bisa kau sentuh........tak bisa kau rasa....lalu kau
pikir Dia tak bisa lindungi mu??
perempuan,
memang malang nasibmu...........suatu malam kau meringis kesakitan
saat kau berikan kesucianmu, harta tak ternilai yang kau
miliki.......... lalu kau di jadikan budak nafsu di malam-malam
selanjutnya, kau di tindih..........kau di cabik-cabik nasfu.......di
biarkan meronta di tengah malam......dan di tinggalkan tidur sesaat
setelah di pakai.....tak ada yang peduli dengan kepuasaanmu...tak ada
yang dengar keinginanmu........
tak
cukup di situ, lalu kau pun di titipi benih yang tak kau
inginkan.....di biarkan dengan rasa mual berkepanjangan sepanjang
malam.......sekujur badanmu sakit...pegal...saat benih itu makin
tumbuh subur di tubuhmu........tapi apakah ada yang bisa rasakan itu
selain dirimu?? setiap tengah malam kau terbangunkan oleh rasa jijik
dan mual di kerongkonganmu......kau muntahkan semua yang kau makan
hari itu.......apa ada yg peduli dengan itu...?
suatu
hari kau kangkangkan kakimu di hadapan seorang penyelamat yang tak
lebih adalah setan itu sendiri...........kau relakan jemari itu
mengotak ngatik vagina mu, mengira-ngira di mana letak rahim mu
itu... mencari benih yang akan di korbankan......jemari itu terus
bermain di vagina mu, menusukkan sebuah jarum yang akan membawa mu
pada kematian......masih ingatkah kau akan rasanya?? rasa sakit yang
kau pikir adalah kematian itu sendiri?? siapa yang kau panggil saat
itu ? bukankan tuhan yang kau panggil?? tidak...aku tahu bukan tuhan
yang kau panggil........karena aku tahu bahwa kau terlalu malu untuk
memanggilNya di saat-saat seperti itu.......kau merasa hina
memanggilNya dengan mulia hanya karena kau takut akan
kematian..........lalu siapa yang kau panggil? lelaki itu kah? lelaki
yang membuahi mu?lelaki yang menindihmu? tidak...tidak mungkin
dia.......karena dia tak ada di sisimu saat itu......dia tak ada saat
kau harus menanggung akibat "di tindih".........betul-betul
malang nasibmu wahai perempuan......
bersyukurlah
pada tuhan yang masih menyayangimu, dia masih sudi untuk
menyelamatkan mu dari kematian yang hampir menggerogotimu, walaupun
Ia tahu kau baru saja memberi kematian pada salah satu manusia kecil
tak berdosa.....hhmm........tak cukup begitu saja, nampaknya tuhan
masih harus memberimu hukuman...............
waktu
terus berjalan.........tahun demi tahun kau lewati, tapi sisa-sisa
mimpi burukmu itu harus kau jalani hingga kini.......dengan hidup
yang penuh kebohongan dan ketakmampuan.....
lihatlah
pada akhirnya bukankah kau sendiri juga?? kenikmatan itu kalian
nikmati bersama, tapi pada akhirnya....malangnya kau
perempuan.......kau juga yang tanggung semuanya
sendirian........lihat dirimu kini,...rahim kecilmu itu kadang masih
meregang kesakitan.......fikirmu itu masih rusak oleh mimpi-mimpi
buruk dan kegelisahan yang kau alami tiap hari...........jiwa mu tak
sehat lagi, karena kini kau tahu kau tak sesuci dulu lagi, tak
semanusiawi dulu lagi............
wahai
perempuan, malangnya nasibmu.........tak cukup kau terjatuh, dihimpit
pula.........dan kini kau harus menjadi jiwa yang cacat..........
No comments:
Post a Comment