Tuesday, April 24, 2007

Perempuan Jala(nG)

lelaki bagiku dan kalian mungkin tak lebih seperti santapan ringan yang bisa di cicipi dan dimuntahkan kapan pun kita mau.hati yang pernah luka membuat kita dingin dan kelu pada ketulusan, tak ada yang lebih licik dari kita saat menertawakan kemenangan atas lawan tangguh kita ; lelaki.
kebenaran apa lagi yang bisa kita percaya, ketika setiap kali menawarkan ketulusan itu pun di ludahi di atas kemaluan kita. kita menjadi kejam atas ketulusan yang selalu di bodohi, menjadi licik atas hati yang pernah di khianati.
dada dan selangkangan kita mungkin menjadi senjata ampuh merobohkan lawan kita; lelaki.
tapi pada saat kita merayakan kemenangan itu, tak ada satu pun yang kita peroleh selain hati yang kian pilu.

No comments:

Post a Comment