Aku telah melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana seorang bayi terlahir ke dunia, tangisan pertama yang membawa kebahagiaan bagi perempuan yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.
Malam itu kamis pukul 19.20 WIB seorang perempuan muda akhirnya telah menyelesaikan perjalanan panjang selama 9 bulan menjaga janin yang berada di rahimnya. Perjalanan yang membawa rasa haru dan cemas bagi semua orang yng berharap akan keselamatan si buah hati.
Vagina..liang yang menjadi awal jalan hidup seorang manusia kecil ke muka bumi. Liang yang memberi nafas kehidupan bagi manusia kecil yang kan menjelang kehidupannya, kehidupan di depan mata yang tak menjanjikan apapun namun membawa banyak berkah dan kejutan.
Tak ada yang dapat menggantikan kebahagiaan ketika si buah hati menangis tuk pertama kalinya dan menggeliat di sentuh udara dingin. Sisa-sisa darah masih membalut kulit lembutnya dan kepalanya yang mungil masih menyisakan sedikit bau anyir.
Duhai kecil, jika saja kau tahu bagaimana kami semua cemas menunggu kedatangan mu, betapa lelahnya kami mengkhawatirkan keadaanmu dan masa depanmu nanti. Letih kami semua memikirkanmu...
Namun semua itu telah terbayar dengan kelahiranmu yang begitu sempurna, dengan melihatmu terlahir sehat telah membawakan kami semua kado yang teramat berharga. Tangisan kecilmu telah menghapus semua rasa lelah dan cemas kami selama ini.
Kebahagiaan yang begitu sempurna telah kau bawa untuk kami.
Begitu banyak do’a dan harapan untukmu, kasih sayang takkan pernah berhenti mengalir bagai air surgawi yang kan selalu menjadi penghilang rasa dahagamu....
Semoga kau bahagia bersama orang-orang yang akan mencintai dan menghargaimu setulus hati...orang-orang yang akan kau kenal sebagai orangtua barumu...orang-orang yang akan memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagimu....
No comments:
Post a Comment