Berhentilah menangis,
Lihat sekelilingmu betapa bumi telah menjadi jemu akan air
mata
Duka mu tak berarti apa di saat tanah terlalu basah oleh
jeritan kehilangan
Luka mu telah membutakan dirimu menjadikan perih sebagai
satu-satunya pembenaran atas ketidakmampuan mu melawan ego mu sendiri
Apa yang harus kau lepas sepatutnya kau lepas dengan lapang
dada
Tak peduli berapa banyak tawa pernah terukir di sana
Tak peduli betapa guratan tembok itu telah berbicara banyak
tentang dirimu
Menjadi saksi kembang tawa ataupun luka yang kau lukiskan
dalam tiap guratan nya
Atau mungkin kau masih terlelap dalam bayangan ketakutan
bahwa tak ada yang mampu menggantikan pelepah-pelepah lara yang biasa menjadi
sandaran mu dalam duka
Rumah tak berada di manapun selain di dalam hati kita
Tak bertanah tak bertuan tak menjunjung apapun yang
menaunginya
Orang-orang yang kau cinta datang dan pergi mengisi hati
yang kau buka dengan sempurna untuk kau terima dengan kesiapan dan keramahan
yang tak bertaut pada apapun selain kepedulian dan cinta kasih
Ada saatnya kau relakan mereka pergi untuk menaungi yang lain
Mereka yang kita telah berbagi cinta dengannya kan berkelana untuk
membagikan kisah yang pernah kita ukir dengan sedikit bumbu yang akan
mempermanisnya
Dan yang lain akan datang menggantikan kekosongan hati kita
dan melukiskan perjalanan baru dalam hari-hari esok yang kemudian akan menjadi
bagian petualangan hidup kita menuju jalan pulang
Lihatlah jauh ke dalam dirimu
Betapa dirimu telah lama siap berjalan lebih jauh lagi
Betapa jiwamu merindukan petualangan yang kan membawa pada tangisan dan kemeriahan lainnya yang kan kau rayakan berpuluh-puluh tahun
nantinya
Bersorak lah rayakan lah hidup yang kan segera kau jelang
Hidup yang penuh warna yang akan menjadi dongeng bagi anak
cucu mu
Kuatkan hati mu
Get out of there !
No comments:
Post a Comment