Monday, January 02, 2006

Perempuan kotor

Rape_1Perempuan itu diam. Menangis takkan membuatnya merasa lebih lega. Air mata telah membeku di antara relung hatinya yang terluka. Jeritan hatinya memilukan dirinya sendiri. Sesuatu yang menghujam tajam di hatinya telah memberanguskan sedikit keyakinan yang di milikinya.









Seorang lelaki yang tak berkenan di hatinya telah menyentuhnya. Sekujur tubuhnya dirasai oleh nafsu kotor lelaki itu. Noda telah mengecapi lapisan kulitnya. Seseorang telah menjebaknya berada dalam situasi di mana ia tak bisa melakukan hal lain selain menyerahkan tubuhnya. Tidak ! sebenarnya ia bisa melakukan sesuatu namun ia tidak melakukannya. Penyesalan takkan mengubah kenyataan, bahwa tubuhnya telah di sentuh setubuhi lelaki yang tak di kehendakinya





Perempuan itu hanya bisa membenci dirinya atas sesuatu yang tak kuasa di hindarinya. Setiap kali memandang tubuhnya ia hanya mampu melihat noda yang telah mengotori sekujur tubuhnya. Perempuan itu merasa begitu kotor dan jijik pada dirinya sendiri.








1 comment:

  1. suatu waktu, seorang master zen bersama apprentice-nya berjalan di sebuah jalan di kota Kyoto. seperti laiknya jalan di Jepang pada abad 16, tidak lebar dan beralas batu sehingga di kala hujan akan digenangi oleh air.

    ketika berjalan itu, bertemulah mereka dengan seorang geisha yang hendak menyeberang dari satu sisi jalan ke sisi yang lain. Namun itu tak mungkin bagi geisha itu karena kimono dan sandalnya membuat dia tak bisa melompat atau berjalan dengan cepat. alhasil dia hanya terdiam di sisi jalan tersebut. menunduk.

    Sang master berhenti memandangi geisha tersebut. setelah beberapa waktu, dia memanggul geisha tersebut dan menyeberangkannya ke sisi jalan yang lain. setelah itu, tanpa bercakap-cakap, sang master terus melanjutkan perjalanan lagi.

    sang apprentice heran dan bertanya: "mengapa anda memanggul geisha tersebut? bukankah anda seorang master zen yang terhormat?"

    sang master zen menjawab:
    "geisha itu kan sudah kita tinggalkan di belakang. mengapa kamu masih membicarakan dia?"

    ReplyDelete