lelaki itu datang seperti angin
berhembus di sela deru nafasku
tanpa ku tahu kapan datangnya
di suatu sore yang mendung menyapa hariku
dengan sisa luka yang pernah di torehkannya di dadaku
tak ada yang berubah selain hujan yang mengiringi kedatangan kali ini
lainnya tetap bisu dan dingin padaku
oh lara oh duka...
bawa dia jauh dari hadapanku
karena hatiku tak kan kuat lagi menanggung rasa yang bisa membelenggu jiwaku
biarlah aku sendiri dengan sisa kekuatan yang ku punya
kan kuhadapi esok dengan berbesar hati meski tanpa seorang pun di sampingku.
No comments:
Post a Comment