lelaki bagiku dan kalian mungkin tak lebih seperti santapan ringan yang bisa di cicipi dan dimuntahkan kapan pun kita mau.hati yang pernah luka membuat kita dingin dan kelu pada ketulusan, tak ada yang lebih licik dari kita saat menertawakan kemenangan atas lawan tangguh kita ; lelaki.
kebenaran apa lagi yang bisa kita percaya, ketika setiap kali menawarkan ketulusan itu pun di ludahi di atas kemaluan kita. kita menjadi kejam atas ketulusan yang selalu di bodohi, menjadi licik atas hati yang pernah di khianati.
dada dan selangkangan kita mungkin menjadi senjata ampuh merobohkan lawan kita; lelaki.
tapi pada saat kita merayakan kemenangan itu, tak ada satu pun yang kita peroleh selain hati yang kian pilu.
Monday, August 22, 2005
Perempuan Jala (Ng)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
kamu bukan perempuan jalang..katamu kamu (hanya) perempuan telanjang.karena paling mengerti artinya jujur dalam kejujuran.tetapi...,atau jangan-jangan kamu sedang meratapi sekujur sejarah kelammu dan setumpuk kekecewaanmu..Jangan begitu say(ur),karena sebentar lagi matahari akan menamparmu pagi-pagi,saat kau tak bisa dibangunkan dengan kokok ayam atau setumpuk goresan rindu dan kasih sayang kepada ayah dan bundamu, kini justru menjadi kacamata sinis buatmu,untuk melihat semua jenis lakilaki yang sedang dekat atau mendekatimu..
ReplyDeleteBersihkan hatimu dengan membuang kesadaran atas kelicikan yg hendak sengaja kau lemparkan kepada kami..
Sebab tidak kemenangan disisi manapun, Kemenangan sejati itu adalah : pada saat kau bercermin dan kau lihat sekujur tubuh dan mukamu pernuh dengan air mata,keringat darah dalam raga bersedekap sejarah kelam..
kamu bukan perempuan jalang..katamu kamu (hanya) perempuan telanjang.karena paling mengerti artinya jujur dalam kejujuran.tetapi...,atau jangan-jangan kamu sedang meratapi sekujur sejarah kelammu dan setumpuk kekecewaanmu..Jangan begitu say(ur),karena sebentar lagi matahari akan menamparmu pagi-pagi,saat kau tak bisa dibangunkan dengan kokok ayam atau setumpuk goresan rindu dan kasih sayang kepada ayah dan bundamu, kini justru menjadi kacamata sinis buatmu,untuk melihat semua jenis lakilaki yang sedang dekat atau mendekatimu..
ReplyDeleteBersihkan hatimu dengan membuang kesadaran atas kelicikan yg hendak sengaja kau lemparkan kepada kami..
Sebab tidak kemenangan disisi manapun, Kemenangan sejati itu adalah : pada saat kau bercermin dan kau lihat sekujur tubuh dan mukamu pernuh dengan air mata,keringat darah dalam raga bersedekap sejarah kelam..