datang lagi seorang lelaki wangsa kuru...
membuatku kepalaku terkoyak-koyak dengan kenaifannya...
aih, siapa lo?
jangan datang padaku jika tak cukup berani melawan ketangguhanku
jangan bicara padaku jika tak sanggup jawab pertanyaan-pertanyaan di kepalaku
datang lagi seorang lelaki wangsa kuru...
lelaki dengan sebilah pedang di tangan kirinya dan kasih sayang di tangan kanannya
aih, siapa lo?
jika bukan aku yang kan tersungkur, maka kau lah yang kan berada di genggamanku
jika bukan aku yang terpesona padamu, maka kaulah yang tak kan sanggup lupakan ku..
bagaimana jika lelaki lain itu adalah aku?
ReplyDelete(just a poems)
mungkin,justru bukan siapa yang akan kau dan aku genggam,
mungkin, justru bukan siapa yang dipesonakan dan mempesona
lelaki yang datang kali ini, mungkin tanpa pedang di tangan kiri atau kanannya, namun tetap dengan sebilah pisau yang siap
menghunjam jiwa
wanita manakah itu?
jika sembilu didadamu adalah puisi negeriku?
wanita manakah itu?
jika benar, ia, adalah :
raut perak pucat hidupku?
bagaimana jika lelaki lain itu adalah aku?
ReplyDelete(just a poems)
mungkin,justru bukan siapa yang akan kau dan aku genggam,
mungkin, justru bukan siapa yang dipesonakan dan mempesona
lelaki yang datang kali ini, mungkin tanpa pedang di tangan kiri atau kanannya, namun tetap dengan sebilah pisau yang siap
menghunjam jiwa
wanita manakah itu?
jika sembilu didadamu adalah puisi negeriku?
wanita manakah itu?
jika benar, ia, adalah :
raut perak pucat hidupku?
bagaimana mungkin?
ReplyDeletekau mampu memerangkapku dalam kemarau malam-malam selanjutnya..
bagimana mungkin. kau, bisa :
membunuhku dalam sekejap pulsa?
atau karena dirimu adalah makhluk yg paling inna dan pucat tak semanis hidupku..
tetapi jangan lupa:
gerai rambut panjangmu dimasa lalu, adalah ina.
bukan 'ina' dengan tanda kutip dikedua belah hatimu yg pilu..
bagaimana mungkin?
ReplyDeletekau mampu memerangkapku dalam kemarau malam-malam selanjutnya..
bagimana mungkin. kau, bisa :
membunuhku dalam sekejap pulsa?
atau karena dirimu adalah makhluk yg paling inna dan pucat tak semanis hidupku..
tetapi jangan lupa:
gerai rambut panjangmu dimasa lalu, adalah ina.
bukan 'ina' dengan tanda kutip dikedua belah hatimu yg pilu..